Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi
kontenkalteng.com , Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis dapat menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya hingga di bawah 20 persen.
Baca juga: Pemprov Kalteng Lakukan Kalaborasi Percepatan Penurunan Stunting
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala DP3AP2KB Kotim, usai memimpin rapat persiapan penilaian kinerja delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
"Kita tadi rapat persiapan dalam rangka penilaian delapan aksi konvergensi stunting di Kotim. Kita tampilkan beberapa data dari Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas PMD, Dinas Sosial, dan instansi lainnya yang berperan dalam percepatan penanganan stunting," ujar Umar Kaderi, Selasa (20/5/2025).
Dalam rapat tersebut, seluruh kegiatan yang telah dilakukan dalam penanganan stunting dirangkum dan akan disajikan sebagai bahan presentasi saat penilaian oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Meskipun jadwal penilaian yang semula direncanakan Kamis mendatang ditunda karena belum ada kejelasan dari pihak provinsi, persiapan tetap dilakukan secara intensif.
Umar Kaderi juga menjelaskan kendala lain, yaitu belum dirilisnya hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 untuk Kabupaten Kotim.
"Yang keluar baru data se-Kalimantan Tengah secara umum, tapi belum secara rinci untuk per kabupaten termasuk Kotim. Kita masih menunggu,” jelasnya.
Namun, optimisme tetap terjaga. Berdasarkan hasil pengukuran dan penimbangan tahun 2024, angka stunting di Kotim diperkirakan turun signifikan.
"Sebelumya ada penimbangan menjadi 19,1 persen dibandingkan SKI 2023 yang tercatat di angka 35,5 persen," tambah Umar Kaderi.
Ia berharap hasil pengukuran yang valid dapat menunjukkan tren penurunan yang lebih signifikan.
Pihaknya akan berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting dan mencapai target di bawah 20 persen.
"Mudah-mudahan hasil pengukuran yang valid bisa menunjukkan tren penurunan yang lebih signifikan. Hari ini kita fokus pada persiapan dokumen dan paparan untuk penilaian kinerja 8 aksi konvergensi," pungkasnya.(Devy/OR1)