Mengenal Kain Tenun Gringsing Bali, Proses Pembuatnya Bisa 5 Tahun

Ilustrasi seorang penenun tengah membuat kain tenun khas Nusantara. foto: laman kemenparekraf.go.id (Shutterstock/Mario Andi Supria)

Kain tenun Gringsing adalah salah satu produk ekonomi kreatif khas Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali.

Baca juga: Cantiknya Motif Tenun Ikat Taliono Sega dari Kabupaten Lamandau

Konon, kain tenun Gringsing berasal dari kata “gring” yang berarti sakit, dan “sing” berarti tidak. Sehingga, kain tenun Gringsing diartikan “tidak sakit”, atau sebagai penolak bala untuk mengusir penyakit.

Proses pembuatan kain tenun satu ini dikenal cukup rumit dan membutuhkan waktu lama.  Ini karena proses penenunan kain tenun Gringsing membutuhkan sekitar dua bulan, dan untuk motif ikat ganda bisa memakan waktu lebih lama hingga 2-5 tahun.

Melansir laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kemenparekraf.go.id, bukan hanya itu saja, daya tarik kain tenun Gringsingan juga terdapat pada proses pembuatannya yang 100% menggunakan tangan, atau tanpa bantuan mesin apapun.

Ciri khas  dari kain tenun Gringsing juga ada pada proses pewarnaannya yang tidak dengan bahan pewarna kimia, kain tenun khas Desa Wisata Tenganan Pegringsingan ini menggunakan warna yang dihasilkan minyak kemiri, agar warnanya lebih pekat dan tahan lama.

Demi mendapatkan warna yang sempurna, tentu saja membutuhkan proses yang cukup panjang. Menariknya, untuk menghasilkan warna yang nyata pada motif tenun Gringsing membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan.

Untuk mendapatkan warna yang sempurna dan sesuai pakem yang telah ditentukan secara turun-temurun, proses pewarnaan kain tenun Gringsing harus dilakukan secara berulang. Proses pewarnaan kain tenun ini juga dilakukan untuk menjaga serta melindungi keaslian dan nilai ritual kain tenun Gringsing.

Rencananya kain tenun Gringsing akan dipersiapkan sebagai cenderamata bagi para kontingen atau peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022, pada bulan Desember mendatang di Bali.

Tak hanya itu, Menariknya lagi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) juga akan berupaya mendorong kain tenun Gringsing dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.