Sekda Kalteng : Sunnah Itikaf Merupakan Sunnah Yang Sangat Dianjurkan

Sekda Kalteng Nuryakin saat melaksanakan sunnah Itikaf di Mesjid Darussalam

Palangka Raya - Sekda Kalteng Nuryakin mengatakan melaksanakan sunnah Itikaf pada 10 malam terakhir Ramadan sangatlah penting bagi umat Islam, karena merupakan sunnah muakkadah (dianjurkan sekali).

Baca juga: Lepas 27 Jamaah Umrah, Sekda Sampaikan Pesan Gubernur Untuk Mendo`akan Kalteng

“Betapa banyak dari kita meninggalkannya, padahal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya sejak masuk Madinah sampai Allah cabut nyawanya.”ujarnya, Kamis (20/4/2023).

Sunah Itikad adalah diam di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Saat terjaga, diisi waktunya dengan salat, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakkur atau mengkaji ilmu. Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang yang beritikaf mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumahnya. Sebab tidurnya itu termasuk rangkaian itikaf. Itikaf salah satu sarana komunikasi kepada Sang Khalik paling dianjurkan, ungkapnya.

Lebih lanjut Nuryakin menyebut, betapa kerdilnya manusia di mata Allah SWT, tak ada celah dan ruang sedikitpun bagi manusia untuk sombong dan angkuh di hadapanNya. Maka menurutnya dekatkan diri kepadaNya sekuat yang kita bisa dengan membumikan ibadah sebagai suatu kebutuhan, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

“Di penghujung Ramadan ini kita berdoa dan bermunajat kepada sang Khalik, agar dipertemukan kembali pada Ramadan berikutnya. Semoga dengan melaksanakan ibadah Ramadan beserta amalan-amalan yang kita lakukan, mampu merawat dan mejaga keihlasan dan ketulusan kita, sehingga pengabdian di dunia ini, apapun peran kita semata-mata dengan niat ibadah kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Sekda Nuryakin juga melaksanakan sunnah Itikaf di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya bersama ratusan jamaah khusuk masyuk melakukan itikaf pada malam ke 29 Ramadan (19 ke 20 April 2023).

Nampak Sekda  Kalteng juga Ketua MUI Kalteng H. Khairil Anwar, Syuriah PW NU H. Chairudin Halim, Sekretaris Umum LPTQ H. Yusi Abdian dan pengurus Masjid Raya Darussalam.(Sur/OR2)