Pemkab Kotim Gelar Rakor Untuk Kendalikan Inflasi

Pemkab Kotim saat menggelar rakor pengendalian inflasi.

kontenkalteng.com , Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) guna membahas langkah konkret pengendalian inflasi.

Baca juga: Inflasi 3 Bulan Terakhir di Kalteng Menurun

Rakor yang berlangsung di ruang rapat Gedung B Setda Kotim ini menunjukkan komitmen nyata Pemkab Kotim dalam menghadapi isu inflasi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

"Kami memahami betul bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan juga memerlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat," ujar Bupati Halikinnor, Selasa,( 24 /6/2025)

Dalam rakor tersebut, berbagai strategi dan langkah konkret dibahas untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Halikinnor optimistis, melalui koordinasi intensif, kebijakan yang tepat sasaran dan efektif dapat dirumuskan untuk menjaga stabilitas harga di Kotim.

"Komitmen kami jelas, melindungi daya beli masyarakat dan memastikan roda perekonomian terus bergerak maju. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pengendalian inflasi demi kemajuan dan kesejahteraan Kotim," ujarnya.

Diketahui pada awal Juni 2025 lalu Badan Pusat Statistik mengeluarkan data terkait inflasi di Sampit.

Pada Mei 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Sampit sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,76.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,81 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,76 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,88 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,06 persen, kelompok pendidikan sebesar 5,37 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 3,94 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,89 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,71 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,65 persen, kelompok transportasi sebesar 1,83 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.(Devy/OR2)