Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim.
kontenkalteng.com , Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) untuk mengembangkan program literasi yang inklusif dan ramah terhadap warga.
Baca juga: OPINI : Menghadapi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah
"Meski saat ini era digital telah membuka akses informasi secara luas, tetapi masih banyak warga yang belum bisa mengakses informasi melalui perangkat digital," katanya, Rabu (2/7).
Untuk itu buku tetap menjadi solusi yang relevan sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi warga yang belum mahir dalam menggunakan teknologi digital.
Ia menilai, keberadaan buku dan perpustakaan sebagai jembatan pengetahuan bagi warga yang belum tersentuh teknologi digital sangat berperan penting.
"Buku menjadi jawaban untuk menyasar kelompok warga yang belum tersentuh layanan digital. Ini harus menjadi perhatian dalam program literasi kedepan,” ucapnya.
Arif mengatakan, Dispursip Kota Palangka Raya saat ini telah menjalankan program perpustakaan keliling sebagai salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah yang terbatas akses digital.
Ia meyakini melalui layanan ini, anak-anak yang tidak memiliki perangkat android tetap bisa menikmati bacaan dan mengembangkan minat literasi mereka.
“Ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam menyediakan akses literasi yang merata. Anak-anak di wilayah pelosok, bahkan di bantaran sungai harus bisa merasakan manfaat dari layanan ini,” ujarnya.
Arif juga mengharapkan kedepan Dispursip Kota Palangka Raya dapat memperluas cakupan dan frekuensi layanan perpustakaan keliling di daeah ini.
Hal ini agar warga yang tidak tersentuh teknologi digital dan di pelosok daerah dapat memanfaatkan perpustakaan keliling sehingga meningkatkan kemampuan mereka.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak-anak di Kota Palangka Raya yang tertinggal dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Buku adalah fondasi, dan kita punya tanggung jawab moral untuk menjadikan literasi sebagai hak semua orang,” pungkasnya.(Sur/OR1)