Ilustrasi (pixabay)
Palangka Raya-Bagi kebanyakan orang Indonesia, apapun jenis makananya si kental berwana pekat itu wajib hadir. Ambil contoh, makan nasi goreng, sate, batagor, bakso, soto, hingga tempe hingga tahu bacem, kecap manis wajib hadir.
Baca juga: Wow Lezat! Ini 10 Dessert Khas Indonesia yang Wajib Dicicipi
Tak hanya itu, hampir di setiap rumah, restoran, hingga kedai kaki lima selalu menyediakan kecap manis sebagai salah satu bahan pelengkap di atas meja makan.
Sejarah kecap di Indonesia
Masuknya kecap di Indonesia, seperti melansir laman resmi kemenparekraf, pada 1690 bangsa Tiongkok menggunakan saus serupa yang diberi nama ke’tsiap.
Dengan teknologi yang lebih maju, pembuatan ke’tsiap mulai menggunakan kacang kedelai hitam sebagai bahan utamanya.
Seiring mulai berekspansi pedagang-pedagang Tiongkok hingga ke Asia Tenggara, mereka juga membawa ke’tsiap dan mengenalkannya ke negara-negara yang disinggahi. Misalnya Singapura, Thailand, Filipina, hingga Indonesia.
Keinginan para pedagang Tiongkok untuk bertukar hasil bumi. Sayangnya, ke’tsiap atau kecap asin yang dibawa oleh pedagang Tiongkok kurang cocok dengan budaya Indonesia, terutama kultur budaya masyarakat Jawa.
Dari situ kemudian para pedagang berinovasi dengan menambahkan gula kelapa ke dalam kecap asin tersebut. Sehingga rasa yang dihasilkan berubah menjadi manis sesuai dengan lidah masyarakat Jawa.
Seiring berjalannya waktu, rasa kecap pun juga terus berkembang dan disesuaikan dengan lidah nusantara yang gemar makanan manis.
Bahkan, kecap manis yang awalnya masih sangat encer, mulai dibuat lebih kental dengan tambahan bumbu-bumbu lainnya.
Sejarah kecap di IndonesAia berlanjut dengan dibangunnya pabrik kecap pertama di Indonesia dibangun pada Tahun 1882. Tepatnya di Pasar Lama, Tangerang, yang didirikan oleh Teng Hang Soey. Pabrik kecap pertama di Indonesia itu bernama Teng Giok Seng dan masih beroperasi hingga sekarang dengan nama Kecap Benteng Cap Istana.
Setelah itu mulai muncul merek-merek kecap manis di Indonesia. Seperti Kecap Cap Orang Jual Sate dari Probolinggo, Jawa Timur sejak 1889. Kemudian Kecap Benteng Cap SH yang dibuat oleh Lo Tjit Siong pada 1920 di Tangerang, yang juga masih eksis hingga sekarang.
Karena itu para pencinta kecap manis, jangan pernah meninggalkan warisan budaya kita ini saat menyantap makanan! (Dhan-OR1)