BMKG Ingatkan Sejumlah Kecamatan Kotim Rawan Banjir, Cek Lokasinya

Ilustrasi banjir yang terjadi di Kecamatan Telaga Antang, kabupaten Kotim Rabu 6 November 2024. lalu (ist)

kontenkalteng.com,Sampit-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) H. Asan Sampit mengingatkan masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk tetap waspada terhadap potensi banjir. Meski saat ini masih masuk periode kemarau, intensitas hujan di beberapa wilayah cukup tinggi.

Baca juga: Legislator  Kotim Sebut  Dua Kecamatan Terendam Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi

Prakirawan BMKG, M. Inggit Rizki A, menyebutkan daerah yang tergolong rawan banjir.

Untuk kecamatan yang rawan banjir:

1. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang 

2.  Wilayah utara Kabupaten Kotim.

 Sementara kawasan selatan dinilai aman dari banjir seperti :

1. Teluk Sampit

2. Mentaya Hilir Selatan

3. Mentaya Hilir Utara

4. Hanaut

“Secara umum potensi banjir memang rendah, tetapi untuk kawasan Mentawa Baru Ketapang ke arah utara tetap perlu diwaspadai. Curah hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Ia menjelaskan, fenomena hujan di musim kemarau tahun ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari global hingga lokal. Salah satunya adalah aktifnya Dipole Mode Index di wilayah Indonesia bagian barat yang meningkatkan pembentukan awan hujan.

Di tingkat regional, adanya konvergensi arah angin memicu penumpukan uap air di atas Kalimantan, sementara secara lokal, penguapan tinggi di daratan juga mempercepat pembentukan awan hujan.

“Karena faktor-faktor itu, musim kemarau tahun ini disebut kemarau basah. Jadi meski disebut kemarau, hujan tetap sering terjadi,” terangnya.

BMKG menegaskan, fenomena ini bukanlah gangguan cuaca, melainkan siklus alam yang memang bisa aktif maupun tidak aktif. Musim kemarau sendiri diperkirakan berlangsung hingga September, dan pada Oktober–November Kotim memasuki masa peralihan ke musim hujan.

“Selama Dipole Mode Index masih aktif, hujan tetap akan berpotensi mengguyur wilayah Kotim,” tambahnya. (OR1)