Ilustrasi (unsplash)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada Tahun 2022 ini melakukan revitalisasi (menghidupkan/menggiatkan) 4 bahasa daerah yang ada di Provinsi Kalteng yaitu yaitu bahasa Dayak Ngaju, Maanyan, Ot Danum, dan Melayu Dialek Kotawaringin.
Baca juga: Pemprov Berikan Apresiasi Bagi Pelindung Bahasa dan Sastra Daerah Kalteng
Hal itu diungkapkan Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek, Hafidz Muksin.
Revitalisasi bahasa daerah bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah. Kemudian untuk menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur bahasa daerah untuk mempertahankan bahasanya serta menemukan fungsi dan ranah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah, ujarnya.
Hafidz Muksin, M.Si.,menyerahkan piagam kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Kalteng (foto. dok balai bahasa kalteng)
“Kami menyadari bahwa revitalisasi bahasa daerah ini dapat berjalan dengan optimal apabila ada kerja sama dengan pemerintah daerah,”ujar dalam keterangan tertulis Balai Bahasa Kalteng, Kamis (23/6/2022).
Sebab kata Hafidz Muksin, berdasarkan data Menurut UNESCO pada tahun 2018 bahwa setiap dua minggu ada satu bahasa daerah yang punah.
“Kepunahan bahasa terjadi terutama karena para penuturnya tidak lagi menggunakan dan mewariskan bahasa tersebut kepada generasi berikutnya,” ungkap Hafidz Muksin .
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Valentina Lovina Tanate mengatakan, dalam implementasi kebijakan Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah di Kalteng, pihaknya melakukan rapat koordinasi Antarinstansi dan Pakar dalam Rangka Implementasi Model Pelindungan Bahasa Daerah di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Rapat bertujuan untuk menyamakan persepsi, membulatkan tekad, dan menyatukan gerak langkah bersama pemangku kepentingan dalam revitalisasi bahasa daerah Kalimantan Tengah,”ujarnya.
Ada empat bahasa daerah di Kalimantan Tengah yang akan direvitalisasi pada tahun 2022 ini, yaitu bahasa Dayak Ngaju, Maanyan, Ot Danum, dan Melayu dialek Kotawaringin, tutur Valentina. (OR2)