Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ruselita.
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita meminta kepada aparat penegak hukum agar dapat mengusut tuntas dugaan kasus penipuan batalnya konser musik.
Baca juga: Catat Tanggalnya, Ini 6 Konser dan Festival Musik di Indonesia hingga Akhir Tahun 2023
"Memang informasinya kemarin banyak masyarakat yang sudah membeli tiket tapi tiba-tiba konsernya batal. Para korban sudah melapor ke polisi," katanya, Kamis, 25 April 2024.
Dia menjelaskan, dengan adanya upaya dari aparat dalam mengusut kasus tersebut dinilai dapat menjadi suatu langkah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Sebab dia menilai, batalnya konser musik yang terjadi kemarin mencoreng nama Kota Palangka Raya tidak hanya bagi masyarakat di daerah ini saja, melainkan juga hingga ke masyarakat di luar Kota Palangka Raya.
"Banyak masyarakat yang akhirnya menjadi takut untuk datang ke Kota Palangka Raya. karena adanya kejadian tersebut tentunya citra kita sebagai ibu Kota Kalimantan Tengah menjadi jelek," ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut Ruselita, kejadian tersebut juga dinilai akan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palangka Raya.
Sebab berdasarkan informasi, pembeli tiket konser musik yang batal kemarin tidak hanya berasal dari Kota Palangka Raya saja, tetapi juga dari provinsi lain, seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.
"Tentu kan kalau mereka datang itu tidak hanya menonton konser saja, pasti juga akan mengunjungi wisata yang ada di Kota Palangka Raya," ucapnya.
Untuk itu, lanjut srikandi Partai Perindo Kota Palangka Raya ini meminta agar instansi terkait dapat lebih selektif dan memeriksa dengan benar kejelasan berkas cv penyelenggara sebelum memberikan izin.
Dia meyakini, konser musik yang berhasil, yakni yang berkas cv panitia penyelenggaranya resmi dan telah memiliki badan hukum yang jelas.
"Untuk event besar dengan artis ibu kota saya harap bisa ditangani oleh EO acara besar yang aman, berpengalaman dan berkualitas, agar mencegah terjadinya hal serupa," demikian Ruselita. (Yanti-OR1)