Sekda Kalteng didampingi Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng.
Gubernur, Sekda Kalteng, Staf Ahli, Asisten dan Sekda se-Kalteng saat hadir di TMII Jakarta telah dibuat beberapa kesepakatan bahwa kabupaten kota mempunyai tanggung jawab terhadap bangunan fisik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat pertemuan Negara-Negara G-20 di Jakarta.
Baca juga: Meriahkan Festival Seni Budaya Spirit of Kalteng
“Kami sudah mengirim surat kepada Bupati melewati Sekda bahwa masing-masing daerah mempunyai tanggung jawab terhadap bangunan fisik.”kata Sekda Kalteng H. Nuryakin saat memimpin rapat bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Kalteng secara virtual terkait Pembahasan Kesiapan Tindaklanjut Rejuvenasi Anjungan TMII Kalteng dalam rangka pertemuan Negara-Negara G-20 di Jakarta, bertempat di Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (6/8/2022).
Nuryakin dalam arahannya mengatakan, selaku tuan rumah G-20, Presiden Joko Widodo menginginkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai salah satu tempat pertemuan terkait G-20. Dimana akan hadir Delegasi dari beberapa Negara dan Duta Besar untuk melihat keindahan TMII. Maka dari itu anjungan Kalteng TMII Jakarta perlu direhab dan dipercantik.
“Kemarin Tetapi dalam rapat itu juga disepakati bahwa disamping pembangunan fisik tentunya ada stand atau anjungan yang khusus masing-masing Kab/Kota. Kami sudah melihat banyak perabotan baik itu baju adat, instrumen adat, foto, dokumen segala macam perlu pembaharuan. Karena pastinya nanti kita akan dikunjungi oleh beberapa Negara,” ucap Nuryakin.
S Nuryakin menjelaskan, jika ada Kab/kota yang gambarannya belum jelas apa yang harus disiapkan, diminta untuk langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Budpar Prov. Kalteng untuk bersama-sama melihat langsung ke TMII kira-kira apa yang dibutuhkan. “Silahkan bersama Kadisbudpar Kalteng sekali-kali kesana, mengecek kira-kira apa dibutuhkan. Jadi nanti tau apa yang perlu diperbaharui. Saya minta tanggal 26 Agustus sudah harus selesai semua bangunan fisiknya. Walaupun itu pertemuan setingkat Duta Besar,” bebernya.
Nuryakin menambahkan, bahwa nanti di anjungan Kalteng TMII Jakarta ada beberapa kegiatan untuk pertunjukan semisal menampilkan tarian, busana, dan lainnya. Kegiatan tersebut akan diatur oleh Dinas Budpar Kalteng supaya anjungan Kalteng TMII tidak sepi sampai berakhirnya G20. Tentunya dengan fasilitas anjungan yang sudah bagus.
“Ini kegiatan kita bersama, namanya anjungan Kalteng. Jadi nanti yang kita tonjolkan adalah Kalteng nya melalui Kab/Kota,” tutup Nuryakin.(OR1)