Rakor pelaksanaan tugas kedeputian koordinasi dan supervisi terhadap pencapaian MCP wilayah Kalteng
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kalteng Katma F Dirun berharap dengan peningkatan Monitoring Center for Prevention (MCP) di Kalteng, bisa mewujudkan organisasi yang lebih berintegritas.
Baca juga: Hadir Sebagai Narsum Talkshow TVRI Kalteng, Gubernur Sugianto Sabran Paparkan Komitmen Pencegahan Korupsi di Kalteng
Hal ini diungkapkannnya saat mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng ketika menghadiri Rapat koordinasi (Rakor) pelaksanaan tugas kedeputian koordinasi dan supervisi terhadap pencapaian MCP wilayah Kalteng tahun 2021 di Aula Eka Hapakat, Rabu (5/10/2022).
Katma F Dirun menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota Dewan Pengawas KPK RI Albertina Ho dan rombongan yang telah hadir secara langsung untuk memberikan asistensi terhadap kegiatan MCP ini, sehingga menambah pemahaman Pemprov Kalteng dalam meningkatkan capaian monitoring evaluasi terhadap MCP di delapan area di lingkungan Pemprov Kalteng.
Lebih lanjut Katma menjelaskan, kegiatan MCP merupakan salah satu program dan langkah kerja dari KPK untuk mengukur sampai sejauh mana capaian kinerja dan upaya dari penyelenggara negara, dalam hal ini Pemerintah Daerah, untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
Delapan area intervensi tersebut yakni perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),pengadaan barang dan jasa, perizinan, kapabilitas Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), optimalisasi pajak daerah, manajemen aset, dan tata kelola dana desa.
“Capaian MCP Kalteng tahun 2021 sebesar 92,92%. Tahun 2022 ini pemenuhan data dukung terhadap delapan area intervensi tersebut harus kita tindak lanjuti karena sudah masuk Triwulan IV,” imbuhnya.
Ia berharap melalui forum ini, Kepala Perangkat Daerah terkait agar segera mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan segera mengambil langkah strategis dalam percepatan peningkatan kinerja MCP di masing-masing instansinya.
“Diharapkan juga indikator-indikator yang belum terpenuhi atau kurang datanya sampai saat ini agar segera dilengkapi dengan semestinya,” tuturnya.(Sur - OR1)