kontenkalteng.com, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) mengupayakan keberadaan pabrik pengolahan limbah domestik. Karena produksi sampah di wilayah itu terbilang tinggi setiap harinya.
Baca juga: Tahun 2023, di Kotim Dibangun 5 Pabrik
"Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan peletakan baru pertama pembangunan pabrik pengolahan limbah medis, itu tandanya kita sebentar lagi akan memiliki pabrik. Saya juga minta kepada PT. Bumi Resik untuk mengatasi sampah rumah tangga di wilayah kita, " katanya, Selasa 4 Juni 2024.
PT. Bumi Resik merupakan pihak ketiga yang menggarap pembangunan pabrik pengolahan limbah medis. Kini pembangunan pabrik terus berproses dan ditargetkan beroperasi pada tahu 2025. Pembangunan pabrik pengolahan limbah medis ini untuk mengatasi masalah medis yang bercun sehingga dapat dikelola dengan benar.
Sementara saat ini, kembali menjadi permasalahan adalah meningkatnya sampah rumah tangga atau domestik setiap tahunnya. Ini karena gaya hidup masyarakat saat ini, jika sebelumnya penggunaan plastik tidak seberapa, kini hampir semua kemasan baik makanan maupun minuman menggunakan bahan plastik.
Oleh sebab itu, disampaikan pabrik pengolahan sampah rumah tangga sangat diperlukan. Karena jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan tidak ada lahan untuk tempat pembuangan akhir.
"Saya lihat di TPA kemarin sampah rumah tangga menumpuk, padahal dua tahun lalu waktu saya ke sana tidak seperti itu. Kalau dibiarkan sampai lima tahun saja akan banyak makan tempat, " ujarnya.
Jalan Jenderal Sudirman Km 14 itu merupakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagian besar sampah yang ada merupakan sampah plastik atau rumah tangga. Saat ini telah ada beberapa titik tempat untuk pembuangan sampah di lokasi itu. Sampah menyerupai gunung plastik. Jika sampah tidak ditangani dengan baik, maka kawasan itu akan penuh dengan sampah plastik, selain itu, lingkungan juga akan tercemar karena plastik sulit diuraikan.
Dirinya pun akan kembali menggandeng PT. Bumi Resik untuk kembali merencanakan pembangunan pabrik pengolahan limbah domestik setelah pabrik pengolahan limbah medis beroperasi.
"Makanya saya minta agar PT. Bumi Resik membuat untuk membuat pabrik pengolahan sampah rumah tangga. Sebelumnya saya ada ngecek di Depo sampah dan saya berencana membeli alat pencacah sampah yang pengolahannya langsung di Depo. Jadi yang dibuang nanti sisa debunya. Harga alat itu mencapai Rp1, 5 miliar. Ini untuk mengatasi masalah sampah kita sementara waktu, " ujarnya.
Diketahui sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Machmoer menyebut produksi sampah domestik atau rumah tangga yang dihasilkan warga mencapai 276 meter kubik (m³) per harinya. Hal ini dikarenakan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kotim khususnya Kota Sampit dan gaya hidup yang berubah.
Melihat produksi sampah itu, lahan yang diperlukan untuk menampung sampah domestik per harinya seluas 46 m². Sehingga sampah harus dikelola dengan baik, jika tidak akan memerlukan lahan TPA yang sangat luas. (Yanti-OR1)