Kalangan Dewan Turut Sedih Terhadap Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga di Palangka Raya

Ketua Komisi III DPRD, Hj Siti Nafsiah

kontenkalteng.com, Palangka Raya – Peristiwa penemuan bayi berjenis kelamin wanita, yang diduga dibuang orang tuanya di salah satu rumah warga jalan B Koetin, belakang komplek UPR Kota Palangkaraya pada Senin (30/10/2023) lalu mendapat perhatian serius dari kalangan DPRD Kalteng.

Baca juga: “Awalnya Kami Takut Itu Modus Penipuan, Ternyata Suara Bayi Menangis”

Ketua Komisi III DPRD, Hj Siti Nafsiah saat di wawancara awak media sungguh menyesalkan dan merasa sedih atas tindakan oknum orang tua yang diduga tidak bertanggung jawab tersebut. 

Tegas, dirinya mewakili seluruh anggota dewan,  meminta kepada pemerintah dan petugas polisi agar segera menemukan orang tua bayi malang tesebut.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian tersebut, dan diharapkan pelaku segera ditemukan oleh petugas terkait. Kepada pelaku atau orang tua bayi harus bertanggungjawab atas perbuatanya,” katanya kepada awak media, Selasa (31/10).

Kader Partai Golkar Kalteng ini juga menyampaikan, peristiawa tersebut mendapat perhatian tersendiri bagi komisi III DPRD Kalteng. 

“Ini adalah pernyataan resmi kami. Kami akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan dan proses lanjut peristiwa ini,”ujarnya.

Ia.menegaskan, kejadian tesebut adalah pengingat bahwa masih ada banyak tantangan yang perlu pemerintah atasi dalam upaya melindungi hak-hak dasar anak-anak dan memberikan perlindungan kepada yang rentan. 

“Bayi yang ditemukan tersebut adalah pihak yang paling rentan dan tidak boleh menjadi korban tindakan tidak bertanggung jawab. Kami mengharapkan adanya respon dari pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian, dinas kesehatan dan dinas sosial, agar segera merespon kejadian ini dan memberikan perawatan medis serta perlindungan bagi bayi tersebut,” terangnya. 

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada dinas DP3AP2KB bersama forum PUSPA yang bergerak cepat menangani kasus ini dan menyelamatkan bayi. 

"Kami menekankan bahwa perlindungan dan kesejahteraan anak-anak adalah tanggung jawab bersama, dan kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa kasus-kasus semacam ini tidak terulang di masa-masa mendatang,” tutupnya. (OR1)