DPRD Kalteng Soroti Kesenjangan Digital di Sekolah Pedalaman

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran.

kontenkalteng.com, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak boleh hanya dinikmati siswa di perkotaan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan sekolah di daerah pedalaman juga mendapat akses yang sama terhadap fasilitas dan pembelajaran berbasis digital.

Baca juga: Kesenjangan Digital di Palangka Raya Harus Segera Diatasi

“Kita tidak boleh membiarkan ada ketimpangan. Anak-anak di desa maupun kota harus punya kesempatan yang sama untuk belajar dengan metode digital,” katanya di Palangka Raya, Sabtu (6/9).

Tomy mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan hanya akan berhasil jika seluruh sekolah memiliki infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan internet, perangkat teknologi, hingga guru yang siap menerapkan metode pembelajaran digital.

“Kalau hanya dijalankan di kota besar, sementara di pedalaman masih kesulitan sinyal, itu sama saja menciptakan jurang baru dalam pendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kebijakan afirmatif bagi sekolah terpencil agar tidak tertinggal dalam proses transformasi pendidikan. Pemerintah, menurutnya, harus berani berinvestasi pada penguatan jaringan internet, distribusi perangkat, dan peningkatan kapasitas guru di daerah pelosok.

“Siswa di pedalaman harus terbiasa sejak dini dengan teknologi. Kalau tidak, nanti mereka akan tertinggal jauh saat bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Tomy juga mendorong agar masyarakat dilibatkan dalam mendukung digitalisasi pendidikan. Misalnya, melalui program literasi digital di tingkat desa maupun kelompok belajar berbasis komunitas.

“Pendidikan digital bukan hanya soal alat, tapi juga soal budaya baru dalam belajar. Semua pihak harus ikut berperan,” tegasnya.

Tomy menilai, keberhasilan digitalisasi pendidikan akan menentukan kesiapan generasi muda Kalteng menghadapi era global yang serba digital. Oleh karena itu, kebijakan ini harus benar-benar dilaksanakan secara merata dan berkeadilan.

“Kalau kita serius, digitalisasi bisa menjadi jalan agar anak-anak Kalteng punya masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.(SUR/OR1)