Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi.
kontenkalteng.com, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, terutama yang bertugas di wilayah pinggiran dan terpencil dengan akses yang masih terbatas.
Baca juga: DPRD Kotim, Terima Aspirasi Guru PAUD
“Guru-guru yang mengabdi di daerah pinggiran dan terpencil menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, terutama dari sisi akses transportasi dan biaya operasional. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujar Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, Kamis (8/1/2026).
Ia menilai, kendala akses menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas dan pemerataan pendidikan di wilayah tersebut.
Tanpa dukungan yang memadai, para guru harus menanggung beban tambahan yang berpotensi mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar.
“Untuk wilayah yang aksesnya melalui jalur air, bantuan klotok sangat dibutuhkan. Ini bukan soal fasilitas mewah, tetapi soal keberlanjutan proses belajar mengajar,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan perlu menghadirkan kebijakan konkret untuk menjawab tantangan tersebut.
Salah satunya dengan menyediakan kendaraan operasional, termasuk transportasi air, bagi guru yang harus menempuh jalur sungai menuju sekolah.
“Kami berharap ada dana kompensasi BBM atau insentif perjalanan agar guru tidak terbebani secara ekonomi hanya untuk menjalankan tugas mulianya,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberian insentif tambahan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para tenaga pendidik di daerah dengan keterbatasan fasilitas.
DPRD juga mendorong penataan distribusi guru agar lebih merata dan tidak terjadi penumpukan di wilayah perkotaan.
“Penataan distribusi guru harus lebih adil. Perpindahan guru dari daerah terpencil ke pusat kota perlu dibatasi agar sekolah di pinggiran tidak kekurangan tenaga pendidik,” pungkasnya.(SUR/OR1)