USAID SEGAR Gandeng Politeknik Seruyan Pelatihan Pendaftaran STDB

Pelatihan Pendaftaran STDB (Ist)

KUALA PEMBUANG - Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait pendaftaran usaha perkebunan bagi pekebun atau petani di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, proyek USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) bersama Politeknik Seruyan merampungkan pelatihan pendaftaran Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STDB).

Baca juga: 331 Pendekar Siap Bertarung di Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Kalteng Cup 2023

“Pelatihan selama tiga hari yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Agustus 2022 ini diikuti oleh enam orang fasilitator dari lima desa dan sepuluh orang staf Politeknik Seruyan,” kata Direktur Politeknik Seruyan Hermansyah di Kuala Pembuang, Kamis.

Dia mengatakan desa-desa yang akan mendapat pendampingan pendaftaran STDB tersebut antara lain Desa Lanpasa, Tabiku, dan Terawan di Kecamatan Seruyan Raya, serta Desa Pembuang Hulu I dan Pembuang Hulu II di Kecamatan Hanau.

Selain itu, tidak  hanya mendapat kesempatan untuk berdiskusi mengenai upaya percepatan pendaftaran dan penerbitan STDB bagi pekebun swadaya di Kabupaten Seruyan, para fasilitator desa dan staf Politeknik Seruyan juga berkesempatan untuk mengikuti simulasi praktik di lapangan. Melalui pelatihan ini, mereka mendapat pemahaman mengenai proses dan tahapan pendaftaran STDB mulai dari pengumpulan data, pemetaan, sampai verifikasi data untuk pendaftaran STDB.

“Kami sangat berterima kasih kepada USAID SEGAR yang telah mempercayakan Politeknik Seruyan sebagai institusi lokal untuk melaksanakan pendampingan petani sawit swadaya di Kabupaten Seruyan ini. Program kerja sama antara USAID SEGAR dan Politeknik Seruyan ini merupakan salah satu upaya Politeknik Seruyan dalam mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Sumarmo Kasi Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DKPP) Kabupaten Seruyan menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten memiliki target agar seluruh pekebun swadaya di wilayah yurisdiksi Kabupaten Seruyan ter data STDB pada tahun 2023.

Dia menambahkan, STDB merupakan program pemerintah untuk mendata pekebun swadaya berdasarkan nama dan alamat, sekaligus menjadi salah satu syarat wajib untuk sertifikasi Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO). Selain itu, para pekebun swadaya yang ter data di STDB juga dapat memperoleh akses ke program-program pemerintah yang mendukung kesejahteraan masyarakat.(OR1)