Rekaman CCTV yang memperlihatkan diduga seorang wanita melakukan pencurian ditoko milik warga Palangka Raya (ist)
kontenkalteng.com,Palangka Raya - Aksi pencurian kembali terjadi di kawasan Jalan Mahir Mahar Lintas Lingkar Luar, Palangka Raya, tepatnya sebelum area Dulin Kandang.
Baca juga: Parkir Depan Kos, Sepeda Motor Milik Riska Raib Digondol Maling
Kali ini, sasaran pencurian adalah sebuah warung makan dan pakaian milik warga yang dibobol maling pada Rabu pagi (9/4/2025) sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Sony, keponakan pemilik warung, yang mencurigai kondisi pintu warung terbuka saat ia hendak berangkat kerja.
Setelah diperiksa lebih lanjut, gembok pintu warung ditemukan dalam kondisi rusak, dan sejumlah pakaian dagangan berserakan di depan bangunan.
“Awalnya saya hanya curiga kenapa pintunya terbuka. Tapi setelah saya lihat gemboknya rusak dan barang-barang berserakan, saya langsung periksa CCTV,” ujarnya, Kamis (10/4/2025).
Dalam rekaman CCTV yang diperiksa Sony, terlihat jelas sosok perempuan paruh baya yang diduga sebagai pelaku pembobolan warung. Namun, identitas pelaku belum bisa dipastikan karena posisi punggung pelaku menutupi wajah dan ciri-ciri fisik lainnya.
“Identitas pelaku belum bisa dikenali karena tertutup kamera, tapi terlihat jelas ia membuka paksa pintu,” jelasnya.
Dalam rekaman tersebut juga terdengar suara anjing menggonggong, namun menurut Sony, suara itu tidak menimbulkan kecurigaan karena anjing tersebut memang sering menggonggong saat ada orang melintas di sekitar lokasi.
Akibat kejadian ini, sejumlah barang hilang, termasuk tabung gas 12 kg dan beberapa potong pakaian. Namun hingga saat ini, pihak keluarga korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Saya masih menunggu tante saya pulang dari kampung halaman dua hari lagi. Karena warung ini milik beliau, saya rasa beliau yang lebih berhak melaporkannya,” ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa peristiwa serupa sudah dua kali terjadi sebelumnya, dan pelakunya diduga sama. Namun pada kejadian sebelumnya, belum ada bukti kuat atau rekaman CCTV yang bisa dijadikan alat bukti.
“Saya siap menjadi saksi jika nanti tante saya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” pungkasnya.(OR1)