Wagub Kalteng Edy Pratowo dan Kepala OJK Kalteng Otto Fitriandy saat meninjau vaksinasi massal santri di Palangka Raya (Dok. OJK Kalteng)
Selama dua hari (23 dan 25 September 2021 ) sebanyak 2.500 santri Pesantren dan Madrasah di Palangka Raya melakukan vaksinasi massal guna mewujudkan herd immudity atau kekebalan kelompok.
Baca juga: 1.500 Pelajar dan Masyarakat Barsel Lakukan Vaksinasi Massal
Kegiatan ini dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng bersama, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Kantor Kementrian Agama Kota Palangka Raya dan Bank Syariah Indonesia Palangka Raya .
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo yang mewakili Gubenurr Kalteng Sugianto Sabran dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada OJK Kalteng dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelaksanaan vaksinasi massal kepada Siswa/Siswi Pesantren dan Madrasah.
“Pelaksanaan vaksinasi ini perlu kerja sama kita semua, tidak mungkin Pemerintah hanya sendiri yang melaksanakan tanpa dukungan dari stakeholder terkait, dan melalui vaksinasi inilah upaya terbaik kita untuk membentengi diri, masyarakat kita semua, Kalimantan Tengah, agar bisa lepas dari pandemi Covid 19” kata Edy .
dok. OJK Kalteng
Sementara itu, Kepala OJK Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi kali ini merupakan sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementrian Agama, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Industri Jasa Keuangan, khususnya Bank Syariah Indonesia, dengan sasaran Pesantren dan Madrasah, baik murid maupun dari pengurus atau guru, ustad dan ustazahnya.
“Pandemi covid ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa, jadi memang harus menggunakan cara-cara yang luar biasa. Bisa kita bayangkan kalau dalam situasi pandemi ini semua Instansi atau Lembaga Negara tidak turut serta dalam kegiatan vaksinasi massal. Bisa dibayangkan kalau itu yang terjadi, bagaimana cara kita mempercepat herd immunity masyarakat, sementara kita bertindak masing masing seperti biasa” ujar Otto dalam keterangan tertulis OJK Kalteng, Jumat (24/9).(Redaksi)